BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN


SUMBER DAYA MANUSIA

Detail Berita


 
Demi Meningkatkan Kompetensi Pejabat, BKD Kembali Gelar Pelatihan Manajerial

03 May 2018



Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, disebutkan secara terperinci mengenai 3 kompetensi yang mutlak harus dikuasai manakala seseorang menduduki jabatan sebagai pejabat Eselon II dan Eselon III. Ketiga kompetensi tersebut adalah kompetensi teknis, kompetensi sosio-kultural dan kompetensi manajerial. Oleh karena itu, demi memenuhi peraturan sekaligus sebagai wujud komitmen  Pemerintah Kabupaten Malang, maka BKD menggelar Pelatihan Pengembangan Kompetensi Manajerial Lanjutan bagi para pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Senin (30/4). Pelatihan yang digelar kali ini merupakan kelanjutan dari pelatihan Pengembangan Kompetensi Manajerial yang diselenggarakan pada Oktober 2017. Sebagaimana pelaksanaan sebelumnya, kegiatan kali ini juga diikuti oleh para pejabat Eselon II dan Eselon III  dari berbagai badan dan dinas di Kabupaten Malang. 

Seketaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Muljono berkesempatan untuk membuka pelatihan yang menghadirkan Tim dari Markplus Institute Surabaya sebagai narasumber. Menyampaikan sambutan Bupati H. Rendra Kresna, Didik menggarisbawahi pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) ASN bagi instansi pemerintah yang menjadi penggerak utama dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi pemerintah. “Peran ASN sebagai kunci utama, akan meningkatkan iklim kondusif untuk meningkatkan daya saing daerah dan Indonesia di pasar global”. Lebih lanjut Didik menyampaikan agar profesi ASN selalu mengelola, mengembangkan diri dan mempertanggungjawabkan kinerjanya serta menerapkan sistem merit dalam melaksanakan manajemen ASN. Melalui pelatihan ini, SDM pada tingkatan manajerial top to mid-level diharapkan dapat meningkatkan ilmu kepemimpinan dan manajerial yang baik. Menurut Didik, hal tersebut penting dikarenakan pola kepemimpinan dan manajerial yang kuat akan berdampak luas pada para bawahan maupun masyarakat, yang pada akhirnya akan memberikan efek besar pada kesuksesan pencapaian visi misi daerah.  

Dalam kesempatan kali ini para peserta tidak hanya akan mempelajari pengetahuan yang bersifat teoretik, namun juga pengetahuan yang berhubungan langsung dengan teknis/penerapan di lapangan sesuai kondisi aktual yang terjadi di Kabupaten Malang. Jika dalam pelaksanaan sebelumnya, para peserta menerima berbagai materi dengan topik “Perubahan Kondisi Lingkungan Eksternal Kabupaten Malang”, “Kekuatan dan Kelemahan Kabupaten Malang dengan IFE (Internal Factor Evaluation), “Pemetaan, Sasaran dan Citra Kabupaten Malang”, “Promosi dan Media Promosi yang Dilakukan oleh Kabupaten Malang”, serta “Pentingnya Komunikasi dengan Memahami Karakter Orang”. Maka dalam pelatihan lanjutan kali ini, pemateri lebih menekankan pada terbentuknya pemahaman yang baik di kalangan peserta terkait tiga hal. Pertama, seluruh peserta dalam hal ini para pejabat Eselon II dan III, harus memahami pentingnya analisa terhadap perubahan situasi yang terjadi di lingkungan internal dan eksternal Pemkab Malang. Selanjutnya, para peserta juga harus mampu menganalisa dan mengelola potensi Kabupaten Malang sebagai salah satu tujuan wisata (destination branding). Pemahaman terakhir yang tak kalah pentingnya adalah pentingnya kemampuan untuk menganalisa kondisi aktual daerah lain sebagai benchmarking untuk Kabupaten Malang. (Bid. PDIA-BKD)


Berita Lainnya